Jumat, 20 Mei 2016

Cerita Motivasi Andrie Wongso : Tinggalkan Beban Dan Mulailah Melangkah

Hallo Kawan Sang Mujur, posting kali ini adalah cerita motivasi dari Bapak Andrie Wongso yang tentunya telah dikenal oleh banyak orang. Beliau adalah salah satu pebisnis Indonesia yang telah go internasional dan sekaligus menjadi motivator terhebat di Indonesia. Sehingga beliau menjadi inspirasi bagi motivator kondang Bapak Tung Desem Waringin. Oleh sebab itu, kami tim MANTRA UANG JUTAAN RUPIAH ingin berbagi CERITA MOTIVASI ANDRIE WONGSO : TINGGALKAN BEBAN DAN MULAILAH MELANGKAH.

http://sangmujur.blogspot.com


Alkisah suatu hari, tampak seorang pemuda mendatangi guru bijak. Penampilannya lusuh. Bajunya compang-camping, sepatunya sobek, dan tubuhnya penuh luka.
Dia berkata, "Guru, saya datang dari jauh dan telah menempuh perjalanan yang berat. Saya menderita, kesepian dan sangat letih. Ini semua saya lakukan demi mencari jawaban atas penderitaan saya. Kenapa saya belum menemukan cahaya petunjuk sedikit pun?"
Orang tua bijak itu melihat si pemuda datang kepadanya membawa sebuah buntelan besar. "Apa isi buntelanmu itu?"
Jawab si pemuda, "Isinya sangat penting bagi saya. Di dalamnya ada barang-barang yang mengingatkan saya pada setiap tangisan, ratapan, dan air mata saya. Benda-benda ini menjadi penyemangat saya dalam menempuh perjalanan berat mencari jawaban.”
"Baik, sekarang ikutlah denganku," kata sang guru dengan tegas.
Mereka berjalan sebentar dan tiba di tepi sebuah sungai kecil. Di tepi sungai itu, ada sebuah perahu sampan kecil. Sang guru bergegas naik ke atas sampan tersebut. Maka pemuda itu pun naik ke atas sampan, dan mereka menyeberangi sungai tersebut.
Ketika tiba di tepian, orang tua itu lantas berkata, "Kita sudah sampai. Sekarang pikul sampan ini, dan kita akan melanjutkan perjalanan kita!”
Pemuda itu sangat terkejut. "Tapi sampan ini begitu berat, mana kuat saya memikulnya? Lalu apa gunanya nanti?”
Orang tua itu tersenyum mendangar protes si anak muda. "Benar sekali katamu itu. Ketika kita menyeberangi sungai, sampan ini sangat berguna dan besar artinya bagi kita. Namun ketika kita sudah siap meneruskan perjalanan kita berikutnya, sampan ini hanya akan menjadi beban saja. Kita harus meninggalkannya di tepi sungai, kalau tidak sampan ini hanya akan memberatkan langkah kita..”
Ia meneruskan kata-katanya, "Begitu juga dengan kehidupan kita. Penderitaan, kesepian, kegagalan, tangisan, air mata, dan bencana, semuanya berguna dalam kehidupan kita. Semua itu membuat kita tabah dan kuat menghadapi tantangan hidup di masa depan! Namun pada saat kita ingin melangkah maju, kalau kita tidak bisa melepaskannya, maka hal-hal tersebut hanya akan menjadi beban saja.”
Akhirnya, ia berkata pada pemuda itu, "Letakkan barang bawaanmu itu di sini, dan mari kita melanjutkan perjalanan".
Si pemuda mengikuti perintah tersebut. Ia meletakkan buntelan besarnya, kemudian melanjutkan perjalanan. Beberapa saat kemudian, sang guru menanyakan perasaan si pemuda.
Jawab si pemuda, "Kini langkahku begitu ringan dan cepat. Aku baru sadar, kehidupan sebenarnya bisa dijalani dengan begitu sederhana...”

Dari kisah di atas membuat kita sadar betapa pentingnya mengiklaskan dan menerima keadaan sehingga kita bisa maju dengan lebih ringan. Sekian postingan dari tim MANTRA UANG JUTAAN RUPIAH semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar Anda untuk segera kami tindak lanjuti.

Artikel yang mungkin ingin Anda baca :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda untuk kami kunjungi balik, dan terima kasih.